Membuka Pintu Surga dengan Memelihara Anak Yatim

Membuka Pintu Surga dengan Memelihara Anak Yatim

Membuka Pintu Surga dengan Memelihara Anak Yatim
Sabtu, 13 Mei 2017
Amalan selanjutnya agar kita bisa membuka pintu surga Allah adalah dengan menyantuni anak yatim. Menyantuni anak yatim barang kali merupakan hal yang sangat sederhana, tetapi banyak mengandung makna yang tersimpan di dalamnya. Sebab, barang siapa yang suka menyantni anak yatim, maka ia akan dajauhkan dari api neraka.

Ada sebuah hadis yang diriwayatkan dari  Sahl bin Sa`ad, Rasulullah Saw bersabda, “aku dan pengasuh anak yatim adalah seperti ini” beliau berkata sambil menunjukkan jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.”(HR. At-Tirmidzi)

Ibnu Hajar dalam syarahnya mengonmentari hadis ini, “Ibnu Bathol berkata, ‘bagi siapa saja yang mendengar hadis ini hendaklah mengamalkannya agar ia bisa menjadi pendamping Nabi Saw di surga.  Sebab tidak ada kedudukan yang lebih tinggi di akhirat dari pada kedudukan ini.”  Kemudian Ibnu Hajar berkata, “dalam hadis terkandung isyarat bahwa antara derajat nabi dengan orang yang mengasuh anak yatim keduanya adalah seperti perbedaan antara jari telunjuk dan jari tengah.

Senada dengan hadis ini, Rasulullah bersabda, “jarak antara diutus diriku dan hari kiamat adalah seperti ini.” Kemudian ia melautunkan, “cukuplah untuk menunjukkan kedekatan satu kedudukan dengan kedudukan yang lain adalah terkumpulnya dua perkara; cepatnya masuk surga dan kedudukan yang tinggi.”(HR. Bukhori)

Al-Banna berkata, “para ulama berkata bahwa maksud dari hadis-hadis seperti ini adalah puncak ketinggian derajat bagi seseorang yang merawat anak yatim dan yang lainnya. Sebab, kalau tidak demikian, tentu derajat para nabi itu telah tinggi dan mulia. Sedangkan perbedaan antara dua jari mengandung isyarat akan adanya derajat perbedaan para nabi dan personal umat ini.

Diantara pemandangan yang paling menyedihkan adalah seseorang yang melihat anak yatim yang air matanya mengalir diatas kedua pipinya karena tangisan sambil memanggil, ‘duhai ayahku,’ dan tidak ada yang menjawabnya, karena bapaknya telah berada dibawah timbunan tanah (alam kubur). Pernahkah kita melihat seorang anak yatim yang seperti demikian itu? sungguh apabila kita melihat yang demikian itu kemudian kita hanya diam saja, itu berarti kita sama halnya dengan membiarkan anak yatim dalam duka dan derita. Padahal, menolong anak yatim meskipun itu sedikit saja, Allah akan memasukkan kita kedalam surga-Nya.

Sesungguhnya jumlah anak yatim umat Islam terus bertambah kerena pengaruh peperangan yang menimpa kaum muslimin diberbagai belahan dunia. Lalu, siapakah yang akan mengasuh anak-anak yatim itu dan mengembalikan senyuman di wajah-wajah mereka, kalau tidak tangan-tangan bersih yang mengharapkan derajat-derajat yang tinggi di sisi Allah. Bila kita tidak segara merawat mereka, niscaya berbagai tangan yang tidak bertanggung jawab akan mengambil mereka.

Bisa kita lihat misalnya, banyak anak-anak yatim yang ibunya sudah tidak mempunyai apa-apalagi. Anak itu kemudian  mengemis di pinggir jalan, mencari uang hanya untuk kebutuhan makan setiap hari. Padahal, orang muslim disekelilingnya sudah tahu bahwa anak itu adalah anak yatim. Apabila hati kita tidak  terketuk untuk memelihara anak yatim tersebut, itu berarti hati kita sudah keras seperti batu.

Di lingkungan kita, sudah pasti ada anak yatim yang nasibnya tidak jauh berbada dengan anak yatim lainnya. Sebagai seorang muslim yang baik dan beriman, amka sudah sepantasnya apabila kita memelihara anak yatim tersebut dengan memberinya makan, minum, sandang dan papan. Sungguh betapa mulianya orang yang mau memelihara anak yatim tersebut.
Membuka Pintu Surga dengan Memelihara Anak Yatim
4/ 5
Oleh
Load comments