Benarkah Wanita Lebih Mudah Memaafkan Dibanding Pria?

Benarkah Wanita Lebih Mudah Memaafkan Dibanding Pria?

Benarkah Wanita Lebih Mudah Memaafkan Dibanding Pria?
Senin, 15 Februari 2016
Sumber Foto: 3.bp.blogspot.com
Dalam sebuah hubungan, entah itu hubungan pacaran atau pernikahan, masalah sudah pasti terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana menghadapi berbagai masalah itu dengan cara bijak dan tanpa emosi. Mengatasi masalah dengan emosi sama halnya dengan menambah rumit permasalahan itu sendiri. Untuk itulah sebuah hubungan harus didasari dengan rasa cinta dan kasih sayang, selain itu juga diperlukan yang namanya perhatian dan pengertian. Tanpa anadanya itu semua, sebuah hubungan akan mudah retak.
Ada sebuah pertanyaan yang sampai saat ini masih menjadi misteri bagi semua orang, apakah benar wanita lebih mudah memaafkan dari pada seorang pria? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Case Western Reserve Universitydan dipimpin oleh John Templeton Foundation dan diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa pria memaafkan lebih sulit daripada perempuan, tetapi kesenjangan gender ini menutup jika orang mengembangkan empati terhadap pelaku dengan melihat mereka mungkin mampu bertindak dengan cara yang sama sendiri.
Perbedaan jenis kelamin ini adalah temuan yang konsisten dalam serangkaian tujuh studi terkait dilakukan antara tahun 1998 sampai 2005 dengan lebih dari 1400 mahasiswa. Peneliti menggunakan situasi hipotetis, pelanggaran ingat sebenarnya, situasi individu dan kelompok dan survei untuk mempelajari kemampuan untuk memaafkan. Orang dari kedua jenis kelamin cenderung lebih memaafkan ketika mampu mengidentifikasi dengan pelaku. Empati cenderung membuat pelanggaran tampak kurang serius dan lebih mudah untuk memahami dan hasil pada orang merasa lebih mirip dengan menyinggung orang-orang terhadap mereka. Masing-masing faktor adalah prediksi dari sikap lebih pemaaf. Para peneliti menyarankan bahwa perempuan diajarkan dari usia dini untuk menjadi lebih berempati dan memprioritaskan membangun hubungan.
Selain itu , sebuah studi baru yang dilakukan University of the Basque Country (UPV/EHU) menunjukkan bahwa wanita lebih pemaaf ketimbang pria. Studi tersebut menyebutkan bahwa perbedaan emosional yang disebabkan karena jenis kelamin dan generasi turut memengaruhi soal memaafkan seseorang. Penelitian mengenai hal ini pertama kali dilakukan di Spanyol. Hasilnya menunjukkan bahwa orang tua merasa lebih mudah untuk memaafkan daripada anak-anak mereka dan wanita pun lebih pemaaf dibandingkan pria. Faktor yang menentukan dalam kapasitas memaafkan adalah empati. Wanita memiliki kapasitas empati ini jauh lebih besar daripada pria.
Untuk mengetahui lebih lanjur, peneliti pun melakukan pengukuran terhadap kadar memaafkan tersebut. Mereka mengukurnya berdasarkan faktor skala memaafkan dan faktor memfasilitasi. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan alasan yang mendorong seseorang untuk memaafkan yakni berdasarkan usia dan jenis kelamin seseorang.

Penulis studi ini juga mengatakan bahwa orang tua yang telah memaafkan memiliki peningkatan kapasitas untuk memaafkan di segala bidang. Orangtua dan anak-anak menggunakan definisi yang sama dalam memaafkan. Tidak ada dendam, rekonsiliasi, dan pemahaman empati. Itulah istilah yang paling sering digunakan oleh kedua kelompok untuk mendefinisikan memaafkan. [Cho/Ntz]
Benarkah Wanita Lebih Mudah Memaafkan Dibanding Pria?
4/ 5
Oleh
Load comments