Tampilkan postingan dengan label Kultum Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kultum Ramadhan. Tampilkan semua postingan
4 Keutamaan Dzikir Di Bulan Ramadhan

4 Keutamaan Dzikir Di Bulan Ramadhan

Pada bulan ramadhna ini, kita harus memperbanyak dzikir kepada Allah agar puasa kita bisa mendapatkan ridho dari-Nya. Alangkah sia-sianya puasa kita jika tidak mendapatkan ridho dari Allah lantaran puasa yang kita lakukan tidak sepenuh hati dan penuh keikhlasan. Terkadang ada orang yang berpuasa hanya karena ingin menyesuaikan dengan orang-orang Islam yang sedang melakukan ibadah puasa Ramadhan. Sementara puasa merupakan rukun islam yang harus dijalankan dengan penuh keihlasan.


Menegakkan perintah Allah adalah samahalnya dengan perintah untuk bertakwa, yaitu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Terkadang kita lalai untuk menjalankan perintah Allah, malahan sering menjalankan apa yang sudah dilarang oleh Allah. begitulah naluri manusia, mereka menginginkan hal-hal yang praktis dan menggiurkan ketika di dunia, tetapi tidak mempertimbangkan akibatnya kelak. inilah yang sangat jarang sekali kita perhatikan. Untuk itu, pesan yang tersirat atupun tersurat dalam Puasa bulan Ramadhan ini, hendaknya  manusia selalu menjalankan perintah Allah.


 Selain itu, umat islam diharapkan agar selalu berdzikir dan mengingat Allah dalam situasi dan keadaan bagaimanapun. Beberapa keutamaan ketika berdzikir kepada Allah adalah sebagai berikut:



Keutamaan Pertama


Berdzikir bisa Menguatkan jiwa. Imam Ali as berkata,




"Senantiasa mengingat Allah membuat jiwa menjadi kuat." (Rahnamaye Tabligh).



Kekuatan hakiki manusia adalah terletak pada jiwanya, sementara kekuatan penunjangnya adalah pada pikirannya. Para filosof muslim untuk meneguhkan hati dan pikiran, mereka selalu berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah agar kegundahan dan kegelisahannya bisa teratasi dengan baik.



Keutamaan Kedua


Berdzikir bisa Menghidupkan hati. Imam Ali as berkata,




"Mengingat Allah membuat hati menjadi hidup." (Ghurar al-Hikam).



Suasana hati terkadang tidak menentu, kadang gembira, dan juga sedih. Hal itu karena ada banyak masalah yang harus dihadapi oleh manusia. Menghadapi masalah selain dengan menggunakan pikiran, juga harus menggunakan hati. Para ulama` ketika mendapatkan masalah, baik masalah yang berkaitan dengan pikirannya sendiri maupun masalah yang berkaitan dengan lingkungan sosial, maka beliau langsung berdzikir kepada Allah agar hatinya bisa terang dan jernih kembali.



Keutamaan Ketiga


Berdzikir bisa menerangi hati. Imam Ali as berkata,




"Hendaknya kalian mengingat Allah. Karena mengingat Allah menjadi penerang hati." (Ghurar al-Hikam)





Keutamaan Keempat


Berdzikir juga bisa menenteramkan hati. Sebagaimana dalam firman Allah Swt yang artinya,




"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-ra`d ayat 28)



Marilah kita tingkatkan dzikir kita kepada Allah agar puasa kita bisa mendapatkan ridho dari Allah dan menjadi puasa yang benar-benar bermanfaat, baik bagi diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Hanya dengan berdzikirlah, kita bisa mendekatkan diri kepada allah.

Pesan Dan Doa Hari Ketiga Bulan Ramadhan

Pesan Dan Doa Hari Ketiga Bulan Ramadhan

Hari ketiga puasa bulan ramadhna ini, tentunya banyak sekali rintangan yang akan dihadapi oleh umat islam. Semakin bertambah hari dalam bulan Ramadhan, maka akan semakin berat pula ujian yang akan dilaluinya. Akan tetapi jika umat Islam berbekal dengan ilmu dan ketakwaan, maka semua ujian itu akan mudah untuk dilaluinya.


Pesan Rasulullah kepada semua umat manusia adalah agar bersegera dalam mencari ilmu agar  tidak mudah terganggu dan terpesona oleh lika-liku kenikmatan dunia. Sebab, orang yang berilmu mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang baik dan yang buruk, antara yang harus dilakukan dan yang tidak dilakukan antara yang haq dan yang bathil.


Di hari ketiga bulan Ramadhan ini, ada doa yang selalu dilantunkan oleh Rasulullah dan alangkah baiknya jika kita membacanya. Do`a itu ialah sebagaimana tertera dibawah ini:


[ngarab]اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيهَ وَ بَاعِدْنِي فِيهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيهِ وَ اجْعَلْ لِي نَصِيبا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيهِ بِجُودِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِينَ[/ngarab]




“Ya Allah... Berikan aku rezeki berupa akal dan kewaspadaan. Jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang Kau turunkan. Demi kemurahan-Mu, Wahai Zat Yang Maha Dermawan dari semua yang dermawan.”



Dalam doa hari ketiga bulan Ramadhan ini, ada tiga tema penting yang perlu kita renungkan dan kita jalankan, yaitu pikiran yang terbuka, dijauhkan dari kebodohan dan memiliki sifat-sifat baik. Doa hari ketiga ini menekankan pentingnya kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari kebodohan dan kesesatan. Karena kebodohan adalah pangkal kesesatan seseorang. Sebab,orang yang bodoh tidak bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang harus dilakukan dan yang harus dicegah.


Berikut ini beberapa hadis tentang kebodohan yang bisa mencelakakan umat manusia.



Hadis Pertama


Dalam buku Nahjul Balaghah juga dijelaskan bahwa Imam Ali as berkata, "Betapa banyak orang mulia yang dihinakan oleh kebodohannya." (khutbah 184). Kemuliaan seseorang yang tidak didasari dengan kecerdasan atau kepintarannya, biasa jadi kemuliaan itu akan membawanya dalam jurang kesesatan. Banyak orang mulia karena harta kekayaan, tetapi karena orang itu bodoh, maka harta kekayaanya digunakan untuk berjudi, mabuk-mabukan dan lain sebagainya sehingga kemuliaannya bisa goyah dan runtuh.



Hadis Kedua


Imam Ali as berkata, "Kebodohan merupakan pusat segala keburukan." (Nahjul Fashahah). Orang bodoh ketika bertindak tidak akan memperhatikan apa akibat yang akan ditimbulkan, sementara orang yang pitar akan berpikir berkali-kali atas apa yang akan dilakukan sehingga tidak menimbulkan akibat yang buruk.Hadis Ketiga


Rasulullah Saw bersabda yang artinya, "Orang bodoh berbuat maksiat terhadap Allah, sekalipun wajahnya tampan dan memiliki posisi yang tinggi." (Nahjul Balaghah). Mengapa orang bodoh selalu dalam hadits ini diidentikan dengan kemaksiatan? Sebab pada keyataannya, orang bodoh tidak memiliki fondasi kuat ketika akan melakukan tindakan yang ujung-ujungnya justru malah melakukan maksiat. Ketika melakukan kesalahan, justru berbaggga diri. Sebaliknya, ia malah enggan melakukan hal-hal yang dipuji dan mendapatkan ridho Allah.


Sebagai orang muslim yang taat akan perintah-perintaah Allah dan menjauhi larangan-larangannya, maka hendaknya kita bisa mengambil hikmah dari beberapa petikan hadits tentang kebodohan diatas.


Pada dasarnya, umat islam harus pintar dan cerdas serta berilmu tinggi agar tidak mudah terjerumus dalam jurang kesesatan. Terlebih, dahulu islam pernah jaya dan menguasai berbagai macam bidang ilmu pengetahuan. Tetapi karena keteledoran, hingga saat ini banyak diantara saudara-saudara kita seagama yang hilang kecerdasannya. Penting untuk kita laksanakan bahwa mencari ilmu adalah wajib  yang harus dilakukan oleh setiap umat manusia.


Bahkan Rasulullah sendiri sampai bersabda yang artinya:




"carilah ilmu dari ayunan hingga liang lahat”



Pesan hari ketiga bulan ramadhan ini adalah sangat penting untuk kita laksanakan.marilah kita memperbanyak ketakwaan dan menambah kadar keilmuan kita dengan membaca, baik membaca al-Quran, kitab-kitab, hadits-hadits, buku ilmiah dan lain sebagainya agar keilmuan kita semakin bertambah.


Selain itu, keutamaan puasa ramadhan pada hari ketiga ini, Allah akan memberi setiap rambut di tubuh kalian taman permata yang indah di surga Firdaus, diatasnya dua belas ribu rumah dari cahaya, di bawahnya dua belas ribu tempat tidur dan di setiap tempat tidur ada bidadari, setiap hari seribu malaikat berkunjung dan setiap malaikat membawa hadiah untuk kalian. [Cho/Ntz]