Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Antara Istiqomah Dalam Kemenangan, Atau Jatuh Di Lubang Yang Sama

Antara Istiqomah Dalam Kemenangan, Atau Jatuh Di Lubang Yang Sama

Ramadhan sudah hampir tiga minggu berlalu, digantikan bulan syawal. Bulan Syawal atau hari raya ini sering kita maknai sebagai hari kemenangan, hari dimana hingar-bingar kemengan kita sambut dengan kumandang takbir, setelah sebulan lamanya kita berpuasa.


Kemenangan yang kita rayakan di bulan syawal tersebut  adalah bentuk selebrasi atas keberhasilan menundukkan hawa nafsu selama satu bulan berpuasa di bulan ramadhan. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, namun penundukan hawa nafsu secara keseluruhan, baik secara lahir mau batin, mengganti  amalan yang sia-sia menjadi amalan yang lebih bernilai di sisi Allah SWT.


Mungkin dari sebagian kita masih mengingat jelas kenangan ramadhan yang telah kita lalui. Atmosfir ketakwaan dan ukhuawah untuk membesarkan ramadhan sangat kental terasa. Masjid yang biasa sepi mendadak banyak dikunjungi hingga penuh sesak untuk melakukan ibadah, bahkan sholat yang dianggap berat berjamaah seperti subuh juga penuh sesak. Ibadah ukhuah seperti sedekah, berbagi takjil juga hampir menjadi keseharian, sholat malam juga seakan menjadi ibadah rutin yang tiada beban menjalankannya. itulah kesakralan ramadhan yang sangat bernuansa untuk selalu dekat sang pencipta.


Selesainya ramadhan dan disebutlah hari kemenangan, seakan selesailah pula nuansa kedekatan dengan Allah SWT , dan kembalilah kehidupan menjadi sediakala, beruntung mereka yang masih ada sisa spirit ramadhan dalam dirinya. Sejatinya perlu kiranya kita renungkan apa makna kemenangan yang kita dapatkan, kemenangan siapa, dari siapa??, karena setelah kemenangan seakan kita kembali dalam memberi jalan untuk kekalahan kita, kualitas yang kita miliki seakan menyusut seiring berlalunya slebrasi kemenangan?.


Bulan ramadhan yang senantiasa kita nanti, bukanlah hanya sekedar riuhnya nuansa ramadhan, namun lebih memahaminya, bahwa ramadhan adalah bulan latihan, sebuah waktu di dalam traning center. Di dalam ramadhan kita di latih ‘berpuasa’ belum puasa sesungguhnya, di latih bersabar, dilatih untuk takwa, menjadi hamba yang lebih peka terhadap segala perintah maupun laranganNya. Karena kemenangan kita, hanya kemenangan dari training center, ketika kita tidak mampu menemukan takbir setelahnya. Jelas Allah pun berfirman di dalam Al-quran bahwa dengan berpuasa ramadhan adalah kasih sayang Tuhan untuk mengingatkan ketakwaan manusia terhadap Tuhannya.


Hai orang-orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Al-Baqarah: 183)


Kita patut waspada dalam sisi yang lain kemenangan, karena banyak orang-orang sholeh menangis karena ditinggalkan ramadhan, karena barangkali berlalulunya ramadhan lepaslah juga hawa nafsu yang selama ini kita kekang demi ketakwaan untuk Tuhan. Mereka yang mengenang ramadhan tidak akan membiarkan dirinya kembali menjadi orang celaka, sebagaimana hadist Rosululloh SAW:


Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia celaka.”


walaupun, hadist tersebut dianggap lemah secara sanad oleh beberapa ulama hadist, namun bila dipahami nilai yang terkandung, merupakan spirit perubahan untuk menjadi pribadi yang berhati-hati dan selalu memotivasi diri menjadi pribadi beruntung karena selalu berubah ke arah yang lebih baik.


itulah kiranya pesan kemenangan, yang kita rayakan dengan gegap gempita. Kiranya tidak hanya menjadi kemenangan semu, namun kemenangan yang langgeng, kemenangan yang menjadikan derajat ketakwaan kita tidak berkurang, tetapi semakin bertambah. sampai akhirnya segala apa yang diajarkan ramadhan tertajalli di dalam sanubari kita, menjadi karakter dan keseharian yang kita milikia dan kita jalani. wallu a’lam.

Tetap Sehat Yuk Walaupun Berpuasa

Tetap Sehat Yuk Walaupun Berpuasa

Tidak terasa puasa sudah menginjak hari ke 15 nih, tentunya harapan kita selain tetap mendapatkan keistimewaan dalam berpuasa kita juga berharap tetap sehat dong? agar dapat melakukan aktivitas dengan mudah dan tubuh tidak lemas di siang harinya.


Berpuasa merupakan hal yang biasa dilakukan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia, baik itu puasa sunah maupun puasa wajib di bulan Ramadhan. Kewajiban ini tentunya sudah dipahami oleh masyarakat luas, namun apakah kita sudah memahami pola hidup sehat dalam berpuasa? Jawaban sebagian masyarakat adalah belum tahu.


Mungkin banyak yang beranggapan bahwa berpuasa dapat menurunkan stamina dan kinerja otak pada saat siang hari. Apakah itu semua terbukti?


Berpuasa selain mendapatkan pahala, banyak pula manfaatnya untuk tubuh lho. Salah satunya adalah seluruh racun yang terdapat dalam tubuh kita dapat keluar secara otomatis ketika kita menjalankan puasa dan sel-sel yang ada dalam tubuh dapat dengan cepat melakukan regenerasi, yang pastinya akan berdampak baik dong pada tubuh kita.


Untuk tetap sehat dan bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa, maka ada hal-hal yang perlu kita perhatikan yaitu :



Jangan makan berlebihan saat berbuka puasa


Hal ini menjadi wajar dilakukan masyarakat umum, karena saat berpuasa banyak sekali energi yang terbuang dan bahkan rasa lapar yang berlebihan sangat terasa saat kita melihat menu buka puasa yang sangat menggoda.


Nah, yang perlu kita perhatikan adalah jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan saat berbuka puasa, justru hal ini akan memicu rasa malas dan tidak bersemangat dalam beribadah setelah kita berbuka. Makanlah dengan porsi wajar dan seperti anjuran Rasulullah SAW yaitu berhentilah sebelum anda kenyang.


Anjuran lain yang harus dilakukan adalah dengan makan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein karena kandungan ini dapat menggantikan rasa lapar kita dan sangat baik untuk menumbuhkan kembali semangat beribadah kita.



Berbukalah dengan perlahan


Yang dimaksudkan di sini adalah jangan langsung mengkonsumsi makanan berat ya, karena tubuh kita yang seharian berpuasa belum siap menerimanya.


Mulailah dengan minum air putih, memakan kurma, minum sup buah, kolak baru kemudian menyantap makanan berat seperti nasi, ikan, telur dan lain sebagainya. Agar tubuh kita dapat menyesuaikannya dan tetap stabil setelah kita makan.



Atur waktu yang tepat saat sahur


Santaplah makanan sahur saat akhir waktu. Hal ini dapat menunjang tubuh kita agar tidak cepat merasa lapar dan dapat melaksanakan ibadah di siang hari dengan semangat. Selain itu menyantap makan sahur di akhir waktu merupakan sunah yang tetap dari Rasulullah SAW lho.


Wah pastinya bertambah dong nilai ibadah kita apabila menjalankan sunah yang dianjurkan ya.



Perbanyaklah konsumsi buah, sayuran dan kacang-kacangan


Berbagai macam jenis makanan yang disajikan di meja makan saat kita sahur dan berbuka. Tetapi kita harus selalu ingat bahwa buah, sayur dan kacang-kacangan justru lebih baik kita konsumsi daripada makanan yang berlemak.


Menurut para ahli, banyak jenis buah-buahan yang mengandung mineral yang mampu menggantikan cairan dalam tubuh yang hilang selama kita berpuasa. Buah-buahan yang dapat kita konsumsi dan mudah didapatkan seperti apel, jeruk, melon dan semangka.


Agar kita tetap terpenuhi mineral dan vitamin dalam tubuh jangan lupa ya konsumsi buah, sayur dan kacang-kacangan.



Perbanyak minum air putih


Air putih sangat dibutuhkan tubuh kita, karena beberapa liter dalam tubuh kita ini mengandung air lho. Agar nanti saat berpuasa kita tidak lemas dan cairan dalam tubuh kita terpenuhi hendaknya kita minum 2 hingga 3 gelas air putih sebelum imsak. Hal ini sangat membantu untuk mengurangi dehidrasi dan kelelahan berlebihan di siang hari.



Tutup santap sahur dengan segelas susu


Selain itu apabila anda melakukan aktivitas yang sangat padat di siang hari maka tutuplah sahur anda dengan meminum segelas susu.  



Berolahraga ringan setelah berbuka puasa


Olahraga juga sangat dibutuhkan dalam tubuh, baik untuk proses pembakaran maupun kinerja organ-organ tubuh kita dapat berjalan seimbang.


Tips ini dapat kita lakukan sebelum berbuka puasa ataupun bisa dilakukan 2 jam setelah berbuka. Olahraga ringan yang dapat kita lakukan seperti lari-lari kecil 15 menit, yoga dan lain sebagainya.



Istirahatlah yang cukup


Poin ini sangat penting dan harus dilakukan setiap harinya. Padatnya aktivitas yang kita lakukan akan memicu tubuh dan otomatis tubuh menjadi lemah.


Untuk mengatasi hal itu hendaknya kita beristirahat minimal 15 menit sehari agar tubuh kembali bugar dan yang harus kita tahu bahwa tidur di bulan Ramadhan memiliki nilai ibadah lho.


Wah luar biasa sekali ya, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk tetap menjaga kestabilan tubuh kita agar ibadah lancar dan tubuh tetap sehat bugar.


Demikian saran sederhana yang kiranya dapat kita lakukan selama kita berpuasa, semoga dapat membantu dan semoga ibadah puasa kita mendapat keberkahan dan keistimewaan ya. Amin. Selamat mencoba.

5 Anjuran Rasulullah Untuk Menjaga Puasa

5 Anjuran Rasulullah Untuk Menjaga Puasa

Puasa yang dilakukan mulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, tentunya agar kita mendapatkan ridho Allah dan mendapatkan janji-janjinya kelak di akhirat. Untuk mendapatkan ridho Allah itulah manusia harus berusaha dengan karas. Puasa sebanarnya tidak hanya menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, akan tetapi lebih untuk menahan dari segala hal-hal yang bisa merusah sahnya puasa.


Banyakhal-hal yang bisa merusah puasa, mulai dari yang paling kecil hingga yang paling kentara sekalipun. Misalnya adalah membicarakan orang lain secara secara sembunyi-sembunyi (ngerasani), secara tidak langsung hal itu juga merusak nilai-nilai puasa. Akan tetapi banyak orang tidak merasakan hal tersebut. maka dari itu, kita akan lebih jauh meneladai hal-hal yang dilarang oleh Al-Qur`an dan as-sunnah ketika sedang menjalankan ibadah puasa.



berikut ini adalah anjuran Rasulullah bagi orang yang menjalankan ibadah puasa:Anjuran Pertama: Makan dan Minum Secara Sengaja


Diantara hal-hal yang membatalkan puasa adalah makan dan munum dengan sengaja, baik itu hal yang bernanfaat atau yang membahayakan. Akan tetapi jika hal  itu terjadi dengan tanpa disengaja, maka puasanya tidak batal. Nampaknya sepele, akan tetapi Rasulullah selalu mewanti-wanti kepada ummatnya untuk terus menjaga puasa hingga sampai sebulan penuh, kecuali memang ada halangan atau hal-hal yang mendesak dan sifatnya bisa membatalkan puasa, seperti sakit atau sedang dalam perjalanan.


Lain halnya jika hal itu terjadi dengan tanpa disengaja seperti lupa, keliru atau dipaksa orang, maka hal itu tidak mengapa. Nabi  bersabda:




“Jika (orang yang berpuasa) lupa lalu makan dan minum maka hendaknya dia sempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.” (Muttafaq ‘alaih)




Anjuran Kedua: Muntah Dengan Sengaja



Nabi  bersabda: “Siapa saja yang terlanda muntah maka tidak wajib meng-qadha’. Siapa saja yang sengaja muntah maka hendaknya dia meng-qadha’.” (HR. Abu Daud).


Sebaliknya, jika orang yang berpuasa muntak dengan tidak di sengaja, maka tidak membatalkan puasanya. Orang yang dalam kondisi tidak sehat atau kelelahan, biasanya juga bisa muntah-munta, namun hal itu tidak membatalkan puasa karena tidak disengaja. Jika disengaja, seperti memasukkan jari tangan hingga mengeluarkan muntah, sudah jelas hal itu menyebabkan batalnya puasa.



Anjuran Ketiga: Menjaga Lisan Dari Ucapan Kotor


Salah satu hal yang sangat sulit untuk dilakukan umat manusia adalah menjaga lisan dari ucapan yang kotor. Ada peribahasa yang mengatakan, mulutmu adalah harimaumu. Mulut seseorang akan membahayakan dirinya sendiri apabila tidak mampu menjaga lisannya dengan perkataan yang baik. Perlu diketauijuga bahwa Rasulullah sangat membenci orang-orang yang mengucapkan  kata-kata kotor kepada orang lain, terlebih ketika ia berpuasa.


Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban,dan Al-Hakim:




Dari Abu Hurairah  ia berkata, Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya puasa itu bukan menahan dari makan dan minum saja, hanyalah puasa yang sebenarnya adalah menahan dari laghwu (ucapan sia-sia) dan rafats (ucapan kotor), maka bila seseorang mencacimu atau berbuat tindakan kebodohan kepadamu katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.” (Shahih, HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)




Anjuran Keempat: Menjaga Mata Dari Tipu daya Setan


Ketika puasa, sudah pasti ada banyak godaan yang dialami oleh orang yang berpuasa. jika kita tidak mampu menahan atau melawan godaan tersebut, bisa jadi puasa yang kita lakukan batal. Satu hal yang banyak mengandung godaan adalah mata. Menjaga mata dari perbuatan yang tercela adalah penting untuk menjaga keutuhan puasa kita. Banyak orang yang secara sadar pada waktu puasa melakukan hal-hal yang membuat puasa semakin rusak, misalnya  memandangi orang lain yang bukan muhrim, terlebih yang dipandang menggunakan pakaian yang seksi dan mengundang nafsu. Hal-hal semacam inilah yang harus kita jaga.


Sebagaimana dalam firman Allah:




“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”  (Q.S Al-Mu`min ayat 19).


Rasulullah  selalu mendo`akan ummatnya, terutama kepada ummat yang masih labil dan bimbang akan adzab Allah.  Ketika puasa, Rasulullah tidak pernah memanjakan mata dengan hal-hal yang merusak iman dan menggoda hawa nafsu, karena itu semua bisa merusak puasa yang beliua lakukan. Sebaliknya, mata beliau digunakan untuk melihat hal-hal yang baik dan melihat pemandangan yang bisa menyegarkan mata.



Anjuran Kelima: Tidak Mengumbar Aurat


Aurat selalu menjadi perbincangan yang tidak pernah selesai, sebab banyak sekali umat Islam yang mengumbar auratnya, terutama adalah  kaum wanita. Mereka sering kali mengumbar aurat yang bisa mengundang nafsu laki-laki. Ketika umat Islam berpuasa, hendaknya menutupi auratnya dengan baik. Dalam surat Al-A`raaf Allah sudah berfirman:




“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Q.S al-A`raaf, ayat 26)


Semoga 5 anjuran Rasulullah untuk menjaga kualitas puasa kita menjadi semakin bermanfaat dan diterima oleh Allah. [Nawa/Ntz]

7 Amalan Rasululla Saat Puasa Ramadhan

7 Amalan Rasululla Saat Puasa Ramadhan

Rasulullah memberikan teladan kepada umatnya agar mengetahui bagaimana tatata cara melakukan hal-hal yang diwajibkan dalam Al-Qur`an. Sebagaimana juga puasa yang merupakan suatu kewajiban, Rasulullah juga memberikan contoh bagaimana cara menjalankan puasa yang baik dan benar agar puasa umat manusia diterima oleh Allah. Dalam kaidah fiqih, semua hal-hal yang diwajibkan oleh Allah sudah pasti ada peraturan dan tata caranya. Misalnya adalah rukun Islam, semuanya mempunyai tata cara sendiri-sendiri mulai dari membaca syahadat hingga menunaikan ibadah haji.


Dalam puasa pun demikian, Rasulullah memberikan petunjuk-petunjuk agar umat manusia mudah untuk menjalankan puasa. tujuannya agar umat Muhammad tidak tersesat dalam jurang kenistaan. Sebagaimana dalam suatu hadits: Dari Abu Umamah, ia berkata, aku bertanya




“Wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku suatu amal yang memasukkanku ke surga, Nabi bersabda : Hendaknya engkau berpuasa, tiada yang menyamainya.” (Hadits riwayat Nasai, ibnu Hibban, dan Hakim dan sanadnya shahih)



berikut ini adalah 7 amalan Rasulullah saat puasa ramadhan: Amalan Pertama: Makan Sahur


Orang yang akan menjalankan puasa, terlebih dahulu seharusnya makan sahur sebelum subuh tiba. Sebab, makan sahur selalu dilakukan Rasulullah ketika akan menjalankan ibadah puasa. Dengan  makan sahur, berarti kita sudah mengikuti sunnah Rasulullah, menguatkan badan dalam puasa, serta menambah semangat untuk menunaikan puasa.


Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah  bersabda:




“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat barokah” (HR. Bukhari dan Muslim).




Amalan Kedua:Berbuat baik


melakukan amal kebaikan dan berbuat baik kepada orang lain, kapanpun waktunya dan dimanapun tempatnya, Allah akan selalu melimpahkan ramhat kepada orang-orang yang menjalankan amal kebaikan dan berbuat baik kepada orang lain tersebut. Terlebih ketika bulan puasa, maka pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah. Rasulullah sendiri selalu menganjurkan umatnya untuk berbuat baik kepada sesama manusia dan bershodaqoh.


Ibnu Abbas  berkata,




“Nabi  adalah orang yang paling pemurah dalam kebaikan, apalagi di bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril. Dulu Jibril menemui beliau setiap malam di bulan Ramadhan sampai selesai. Nabi menghadapkan (mengajarkan) Al-Qur’an kepada Jibril. Jika beliau telah ditemui oleh Jibril –alaihis salam-, maka beliau menjadi orang yang paling pemurah dalam kebaikan dibandingkan angin yang terutus”. (HR. Al-Bukhari)




Amalan Ketiga: Banyak Berdoa


Banyak dalil ataupun pendapat ulama` yang menerangkan bahwa pada bulan puasa, Allah akan mengabulkan permohonan hamba-hambanya yang mau menjalankan puasa dengan baik dan benar. Allah menyelipkan ayat tentang doa pada ayat-ayat puasa agar selama kita berpuasa kita banyak berdoa, dan doa orang yang berpuasa itu lebih dekat dikabulkan.


sebagaimana yang dirawikan oleh Imam Abu Daud at-Thayalisi dalam musnadnya, diterima dari pada Abdullah bin Umar. Beliau berkata:




“Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Bagi orang yang berpuasa itu, seketika dia berbuka adalah doa yang mustajab”




Amalan Keempat: Menyegerakan Berbuka Puasa


Rasulullah mempunyai teladan yang sangat bagus bagi orang yang berpuasa dan yang akan membatalkan puasanya, yaitu menyegerakan untuk berbuka puasa. Ketika seorang telah melihat matahari tenggelam dengan sempurna, maka hendaknya ia segerakan; jangan ditunda, sekalipun belum terdengar adzan. Menyegerakan buka puasa merupakan kebaikan, karena ia adalah bentuk penyelisihan ahlul Kitab yang senang mengakhirkannya.  Nabi  bersabda:




“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka puasa”. (HR. Bukhari dan Muslim)




Amalan Kelima: Shalat Tarawih Berjamaah


Shalat tarawih sudah menjadi rutinitas Rasulullah pada malam harinya bulan puasa. Bahkan banyak sahabat Rasulullah yang turut serta shalat tarawih secara berjamaah bersama Rasulullah. Maka sebagai umat Muhammad, kita bisa meneladani apa yang sudah diajarkan dan dipraktikkan oleh Rasulullah tersebut. Sebab, orang-orang yang akan mendapatkan syafaat di hari kiamat kelak adalah orang-orang yang memegang teguh .Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah.


Di riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:




“Barangsiapa yang menunaikan shalat pada malam bulan Ramadlan (shalat tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.”




Amalan Keenam: banyak Membaca Al Qur`an


Rasulullah sendiri memiliki agenda rutin pada bulan Ramadhan bersama Jibril, yakni tadarus. Artinya, Rasulullah membacakan Al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada beliau di hadapan malaikat Jibril untuk diverifikasi (secara talaqqi) oleh Jibril, hingga lebih bisa dipastikan tidak ada kekeliruan satu huruf pun di dalamnya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di bawah:




 Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an” (HR. Bukhari)




Amalan Ketujuh: Mengoptimalkan Ibadah 10 Hari terakhir Bulan Ramadhan


Untuk menjemput malam lailatul qodar, Rasulullah selalu beriktikaf di masjid dengan khusuk agar  bisa mendapatkan lailatul qodar. Sebab, lailatul qodar malam kesejahteraan dimana orang yang mendapati lailatul qodar, do`a akan dikabulkan oleh Allah.


Rasulullah saw melakukan itikaf dan menjadikannya budaya yang tidak pernah beliau tinggalkan. Lebih baik lagi disertai dengan ibadah-ibadah lainnya seperti shalat Qiyamul Lail, perbanyak tilawah Al-Qur’an dan dzikrullah. Dalamsebuh hadits diceritakan,dari Ibnu Umar ra. ia berkata,




Rasulullah SAW biasa beriktikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Rasulullah juga mengajarkan kita untuk berdzikir mengucap “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni ”(Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku) pada malam Lailatul Qadar. [Nawa/Ntz]


 
4 Keutamaan Dzikir Di Bulan Ramadhan

4 Keutamaan Dzikir Di Bulan Ramadhan

Pada bulan ramadhna ini, kita harus memperbanyak dzikir kepada Allah agar puasa kita bisa mendapatkan ridho dari-Nya. Alangkah sia-sianya puasa kita jika tidak mendapatkan ridho dari Allah lantaran puasa yang kita lakukan tidak sepenuh hati dan penuh keikhlasan. Terkadang ada orang yang berpuasa hanya karena ingin menyesuaikan dengan orang-orang Islam yang sedang melakukan ibadah puasa Ramadhan. Sementara puasa merupakan rukun islam yang harus dijalankan dengan penuh keihlasan.


Menegakkan perintah Allah adalah samahalnya dengan perintah untuk bertakwa, yaitu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Terkadang kita lalai untuk menjalankan perintah Allah, malahan sering menjalankan apa yang sudah dilarang oleh Allah. begitulah naluri manusia, mereka menginginkan hal-hal yang praktis dan menggiurkan ketika di dunia, tetapi tidak mempertimbangkan akibatnya kelak. inilah yang sangat jarang sekali kita perhatikan. Untuk itu, pesan yang tersirat atupun tersurat dalam Puasa bulan Ramadhan ini, hendaknya  manusia selalu menjalankan perintah Allah.


 Selain itu, umat islam diharapkan agar selalu berdzikir dan mengingat Allah dalam situasi dan keadaan bagaimanapun. Beberapa keutamaan ketika berdzikir kepada Allah adalah sebagai berikut:



Keutamaan Pertama


Berdzikir bisa Menguatkan jiwa. Imam Ali as berkata,




"Senantiasa mengingat Allah membuat jiwa menjadi kuat." (Rahnamaye Tabligh).



Kekuatan hakiki manusia adalah terletak pada jiwanya, sementara kekuatan penunjangnya adalah pada pikirannya. Para filosof muslim untuk meneguhkan hati dan pikiran, mereka selalu berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah agar kegundahan dan kegelisahannya bisa teratasi dengan baik.



Keutamaan Kedua


Berdzikir bisa Menghidupkan hati. Imam Ali as berkata,




"Mengingat Allah membuat hati menjadi hidup." (Ghurar al-Hikam).



Suasana hati terkadang tidak menentu, kadang gembira, dan juga sedih. Hal itu karena ada banyak masalah yang harus dihadapi oleh manusia. Menghadapi masalah selain dengan menggunakan pikiran, juga harus menggunakan hati. Para ulama` ketika mendapatkan masalah, baik masalah yang berkaitan dengan pikirannya sendiri maupun masalah yang berkaitan dengan lingkungan sosial, maka beliau langsung berdzikir kepada Allah agar hatinya bisa terang dan jernih kembali.



Keutamaan Ketiga


Berdzikir bisa menerangi hati. Imam Ali as berkata,




"Hendaknya kalian mengingat Allah. Karena mengingat Allah menjadi penerang hati." (Ghurar al-Hikam)





Keutamaan Keempat


Berdzikir juga bisa menenteramkan hati. Sebagaimana dalam firman Allah Swt yang artinya,




"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-ra`d ayat 28)



Marilah kita tingkatkan dzikir kita kepada Allah agar puasa kita bisa mendapatkan ridho dari Allah dan menjadi puasa yang benar-benar bermanfaat, baik bagi diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Hanya dengan berdzikirlah, kita bisa mendekatkan diri kepada allah.