Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Telan Korban, Pohon Beringin Ditumbangkan

Telan Korban, Pohon Beringin Ditumbangkan

Pati, netizenia.com- Pohon beringin tua yang berukuran besar di Desa Bantengan, Kecamatan Trangkil, tepatnya di depan Koramil Trangkil jalan Pati-Tayu, kemarin ditebang. Pasalnya, pohon tersebut sudah banyak meresahkan warga, terutama para pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalan tersebut. selain itu, pohon beringin ini juga sudah memakan banyak korban lantaran rantingnya sering patah pada saat hujan.

Inf . Setyo Utomo, Danramil Trangkil menjelaskan, penebangan pohon beringin tersebut sebenranya merupakan permintaan dari warga. Banyak warga mengeluh lantaran setiap musim hujan, rantingnya patah dan menimpa para pengguna jalan.  Sementara dari Koramil 21/Trangkil hanya memfasilitasi saja.

“Sebelumnya memang ranting pohon beringin ini patah dan menimpa pengguna jalan sampai akhirnya meninggal. Karena itulah pihak keluarga meminta agar pohon beringin ini ditebang saja. Warga lain juga banyak yang mengusulkan untuk penebangan pohon ini. Karena banyak permintaan, kami langsung melayangkan surat ke BPPT Bina Marga Pati hingga surat kami disetujui dan hari ini (kemarin_red) ditebang,” jelasnya Kepada Harian Pati kemarin.

Berdasarkan keterangannya, baru-baru ini sudah dua orang yang tewas akibat tertimpa ranting pohon beringin tersebut. tidak menutup kemungkinan, apabila pohon tidak segera ditebang, akan ada korban lagi.

“Baru-baru ini sudah ada dua korban, kalau dulu-dulu pastinya banyak. Karena itulah kemudian kami berkordinasi dengan Kapolsek Wedarijaksa, Muspika dan warga masyarakat untuk langkah yang terbaik. Ternyata mereka sepakat untuk dilakukan penebangan saja,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Wedarijaksa, AKP. Rochana Sulistyaningrum mengkonfirmasi ikhwal kebenaran adanya korban akibat pohon beringin yang tumbang tersebut. Dia menjelaskan, pada saat hujan disertai angin kencang, pohon beringin tersebut rantingnya sering patah dan sudah banyak korbannya.

“Maka dari itu kami juga setuju jika pohon beringin tersebut ditebang agar kedepannya tidak ada lagi korban akibat tertimpa ranting patah,”  harapnya.

Suradi, salah satu pengguna jalan yang sering meluntas di kawasan tersebut juga mengaku setuju dengan adanya  penebangan pohon tersebut. Pasalnya dia hawatir kalau ada korban lagi akibat ranting patah.

“Dulu saya juga hampir saja tertimpa ranting pohon beringn yang patah. Alhamdulillah waktu itu tidak sampai melukai diri saya. Saya berharap dengan adanya penebangan ini, kedepannya tetap aman dan pengguna jalan tidak perlu was-was,” lugasnya.[Ntz]
Regaloh Tak Lagi Jadi Sentra Budidaya Ulat Sutra

Regaloh Tak Lagi Jadi Sentra Budidaya Ulat Sutra

Pati, netizenia.com- Desa regaloh, Kecamatan Tlogowungu merupakan sentra budidaya ulat sutra di Kabupaten Pati. Pasalnya, di Desa Regaloh terdapat hamparan tanaman Murbei yang merupakan makanan pokok ulat sutra tersebut. Tetapi akibat musim kemarau yang berkepanjangan beberapa bulan lalu telah membuat tanaman murbei sulit tumbuh. Imbasnya, banyak pembudidaya ulat sutra di Desa Regaloh yang mulai kukut.

Ngadino, salah satu pembudidaya ulat sutra di kawasan Regaloh tersebut mengaku sudah 3 tahun ini tidak membudidayakan ulat sutra. Pasalnya setiap kali dia membudidaya ulat sutra hasilnya tidak maksimal karena kurangnya daun murbei untuk memberi makan ulat sutra tersebut. Sampai saat ini, Brak atau rumah ulat sutra sudah tidak terawat dan banyak yang rusak.

“Makanan inti ulat sutra kan daun murbei. Kalau daun murbeinya kurang, hasil kokonnya (kepompong) juga banyak yang cacat. Kalau kokonnya dijual pasti ditaksir dengan harga rendah. Kalau daun murbeinya banyak, keuntungannya juga banyak. Tetapi beberapa tahun terakhir ini kan cuacar tidak menentu, kadang kemaraunya panjang, kadang juga musim hujan yang panjang,” jelas Ngadino.

Tidak hanya Ngadiino, Listutik yang dulunya membudidaya ulat sutra sabat ini juga sudah tidak membudidayakan lagi. Permasalahannya sama, yaitu karena cuaca yang tidak menentu sehingga daun murbei tidak bisa tumbuh subur.

“kalau musim tidak menentu, saya tidak berani berspekulasi untuk membudidayakan ulat sutra. Karena kalau hasil kokonnya banyak yang cacat, harganya juga rendah, bahkan terkadang tidak laku dijual. Berbada kalau daun murbeinya melimpah, pasti hasil kokonnya juga berkualitas dan dibeli dengan harga tinggi,” ujarnya.

Ulat sutra merupakan ulat yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena merupakan penghasil serat atau benang sutra. Sementara makanan ulat sutra ini adalah daun murbei. Disamping itu, ulat sutra ini juga sangat rakus, yaitu makan setiap siang dan malam. Maka tidak heran apabila banyak pembudidaya ulat sutra yang gulung tikar lantaran pasokan daun murbeinya minim. (Ntz)
KMPP Yogyakarta Beri Bantuan 150 Bibit Pohon

KMPP Yogyakarta Beri Bantuan 150 Bibit Pohon

Yogyakarta, Netizenia.com- Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati (KMPP) Yogyakarta telah mengadakan bakti sosial (baksos) berupa penanaman 150 bibit pohon Munggur di Desa Kepuharjo, Pakem, Sleman, Yogyakarta padahari Minggu (27/11). Penanaman itu merupakan baksos sekaligus memeringati hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam Nasional yang jatuh pada tanggal 28 November yang bekejasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Balai Pengembangan Perbenihan dan Percontohan Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang bertempat di Desa Bunder, Playen, GunungKidul.

KMPP Yogyakarta merupakan organisasi yang bersifat cultural dan kedaerahan memfokuskan kegiatan yang bersifat social dan keakraban sesame mahasiswaPati yang berada di Yogykarta. Seperti yang diungkapkan oleh ketua Panitia, “KMPP Yogyakarta adalah salah satu organisasi yang sebagai wadah bersosialisasi, melakukan hal positif, maka dari itu dengan adanya penanaman pohonseperti ini diharapkan bisa membantu bagi yang membutuhkan, selain mempererat sesame mahasiswa Pati yang berada di Jogjakarta” tutur Ryan Ramadhan selaku ketua panitia.

Penanaman yang diikutioleh 30 mahasiswa tersebut sedianya dilakukan pada pukul 09.00 WIB harus tertunda dikarenakan kawasan penanaman diguyur hujan deras dan ditunda hingga pukul 12.30 WIB. Namun, semangat para peserta penanaman tidak menyurutkan niat untuk tetap ikut baksos.

Dengan adanya kegiatan baksos tersebut kepala Desa Kepuharjo, Edy Suprapto, sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih banyak atas kegiatan yang sangat membantu itu.

“Lereng Gunung Merapi merupakan daerah tangkapan atau resapan air hujan yang seandainya rusak akan berdampak musibah yang berada di bawah lerenggunung merapi, sedapat mungkin lerenggunung merapi harus dijaga kelestarian pohon-pohonnya.”Imbuhnya.

Menurut penuturan Edy sapaan akrabnya Kepala Desa Kepuharjo, kebutuhan bantuan bibit tanaman masih banyak di daerah lereng Gunung Merapi, seperti di daerah Kinahrejo tempat kediaman Alm. Mbah Maridjan yang terkena erupsi Gunung Merapi pada tahun2010 silam. [Kaji]
Pertahankan Vegetasi Tanah, Siswa MA Sunan Muria Cluwak Lakukan Aksi
Tanam Pohon

Pertahankan Vegetasi Tanah, Siswa MA Sunan Muria Cluwak Lakukan Aksi Tanam Pohon

Pati, Netizenia.com- Tanah dan vegetasi mengalami proses interaktif yang berpengaruh terhadap limpasan air permukaan maupun erosi. Keduanya saling mebutuhkan pohon untuk menjaga kestabilan tanah dan air. Sementara pohon yang sangat potensial untuk menjaga vegetasi tanah dan air adalah pohon beringin.

Dalam upaya menjaga kesuburan tanah dan memperbaiki daerah aliran sungai, siswa Madrasah Aliyah Sunan Muria Desa Karangsari,Kecamatan Cluwak melakukan aksi penanaman pohon beringin di sepanjang daerah aliran sungai Desa karangsari, Jumat (11/11). Penanaman pohon ini penting lantaran di desa tersebut ladar airnya sudah semakin berkurang. Disamping itu kedalaman air juga sudah mencapai 15-25 meter.

Khoirul Abidin, Kepala Sekolah MA. Sunan Muria menjelaskan, penanaman pohon oleh siswa tersebut merupakan betuk kepedulian siswa terhadap linkungan. Sementara penamana di sepanjang daerah aliran sungai tersebut adalah untuk menjaga tanah agar tidak rawan longsor dan kadar air dalam sungai bisa bersih. Untuk itulah kemudian dipilih pohon beringin yang sangat cocok untuk lokasi tersebut.

“Kami mengajarkan kepada siswa untuk peduli terhadap lingkungan, untuk itulah kami mengajak mereka untuk melakukan aksi tanam pohon ini. Sementara bibit pohon yang kami pilih adalah pohon beringin yang merupakan pohon paling bagus untuk vegetasi tanah. Kami berbharap dengan adanya aksi tanam pohon oleh siswa ini masyarakat sadar akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan,” tutur Abidin, Jumat (11/11).

Sementara itu, Siti Noor Alfiyah, salah satu siswa mengaku senang dan antusias dengan adanya aksi penanaman pohon ini. Pasalnya, merreka dapat terjun langsung dan terlibat untuk menjaga keberlangsungan alam.

“Saya sangat senang, apalagi banyak teman-teman yang ikut dalam aksi penanaman pohon ini. Harapan saya, kalau pohon beringin ini sudah besar semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat, keadaan sungai semakin membaik dan vegetasi tanah dapat terjaga,” harapnya.[Ntz]
Percantik Kota, Tugu Tani Puri Direnovasi

Percantik Kota, Tugu Tani Puri Direnovasi

Pati, Netizenia.com- Tugu Tani Puri yang terletak tepat di pertigaan Bakorwil Pati saat ini mulai direnovasi oleh Dinas Pekerjaan Umum bekerjasama dengan CV. Rahmawati. Rencananya, tugu tani tersebut akan ditambahi dengan air mancur yang mengelilingi patung agar terlihat lebih menarik. Disamping ituakan dihiasi pula dengan lampu warna-warni yang dihidupkan pada sbaat malam hari bertepatan dengan mengalirnya air mancur tersebut.


Berdasarkan keterangan yang diungkapkan oleh Tomi Hermawan, salah satu pekerja yang turut merenovasi tugu tani tersebut mengatakan,Tugu Tani Puri ini akan dipercantik dengan tambahan air mancur dan lampuwarna-warni di sampingnya. Untuk itu, pihaknya saat ini sedang menggempur bangunan dibawah patung yang nantinya akan dikasih air mancur.


“Konsepnya patung ini akan dikasih dengan air mancur dan lampu hias. Posisi patung tetap berada di situ sementara air mancurnya di pinggir patung itu yang dibentuk secara melingkar. Sementara lampu hiasnya akan dipasang di setiap air mancur dengan warna yang berbeda-beda,” ungkap Tomi, Jumat (4/11).


Suharyono, Kepala Dinas pekerjaan Umum (DPU) membenarkan tentang adanya renovasi Tugu tani Puri tersebut. Menurutnya, hal itu adalah untuk memperindah wajah Pati karena kalau hanya patung-patung saja terkesan kurang menarik seingga masyarakat melihatnya juga biasa-biasa saja.


“Tujuannya memang untuk memperindah kota Pati. Karena kalau hanya sekedar patung-patung saja masyarakat masih kurang tertarik, untuk itu kami tambahi dengan air mancur dan lampu hias agar lebih menarik perhatian masyarakat,” jelasnya. [Ntz]